Category: Cars

  • Tak Ada Polisi Bukan Berarti Bebas Melanggar, Kamera ETLE Mengawasi

    Tak Ada Polisi Bukan Berarti Bebas Melanggar, Kamera ETLE Mengawasi

    28 Oktober 2026, 10:06 WIB

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.

    Kompasianival

    Sumber : Dokumentasi Istimewa

    JAKARTA – Kesadaran berlalu lintas tidak seharusnya hanya muncul ketika petugas kepolisian berada di jalan. Setiap pengendara diharapkan mematuhi aturan demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Pesan tersebut menjadi bagian dari imbauan dalam Operasi Patuh yang mendorong masyarakat semakin disiplin saat berkendara.

    Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus mendorong masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan tidak hanya berkaitan dengan upaya menghindari sanksi, tetapi juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

     

    Salah satu pesan yang disampaikan dalam imbauan tersebut adalah pentingnya tertib berkendara, baik ketika ada petugas kepolisian maupun saat jalan terlihat sepi dari pengawasan langsung.

    Tertib Berlalu Lintas Bukan Hanya Saat Ada Polisi

    Kesadaran pengendara dalam mematuhi aturan menjadi faktor penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di jalan raya. Pengguna jalan diharapkan tidak menjadikan keberadaan polisi sebagai satu-satunya alasan untuk menaati rambu dan marka jalan.

    Setiap pengendara memiliki tanggung jawab untuk memastikan kendaraannya digunakan secara aman dan sesuai ketentuan. Sikap disiplin tersebut perlu diterapkan secara konsisten dalam berbagai situasi, termasuk ketika tidak ada petugas yang terlihat melakukan pengawasan.

    Kepatuhan terhadap aturan juga menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan orang lain. Pelanggaran yang dianggap sepele dapat menimbulkan risiko serius, terutama ketika dilakukan di jalan dengan arus kendaraan yang padat.

    Karena itu, Operasi Patuh tidak hanya menjadi momentum penegakan aturan, tetapi juga pengingat bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan berkendara yang lebih bertanggung jawab.

    Tiga Imbauan Penting bagi Pengendara

    Dalam imbauan tertib berlalu lintas, terdapat tiga hal utama yang perlu diperhatikan masyarakat.

    Pertama, pengendara wajib mematuhi rambu dan marka jalan. Kedua, pengendara sepeda motor harus menggunakan helm berstandar nasional Indonesia (SNI), sedangkan pengemudi dan penumpang mobil perlu mengenakan sabuk keselamatan.

    Ketiga, masyarakat diingatkan agar tidak melawan arus maupun menggunakan telepon seluler saat berkendara.

    Melawan arus dapat meningkatkan risiko tabrakan karena kendaraan bergerak berlawanan dengan arah yang telah ditentukan. Sementara itu, penggunaan telepon seluler ketika mengemudi dapat mengalihkan perhatian dan mengurangi kemampuan pengendara dalam merespons kondisi lalu lintas.

    Penggunaan helm SNI dan sabuk keselamatan juga menjadi bagian penting dalam perlindungan diri. Perlengkapan keselamatan tersebut perlu digunakan secara benar, bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban saat berkendara.

    Penerapan aturan secara konsisten diharapkan dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.

  • Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta Bahas Dinamika Jakarta

    Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta Bahas Dinamika Jakarta

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menerima audiensi pimpinan DPRD DKI Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarlembaga dalam menyikapi berbagai dinamika dan kepentingan masyarakat Jakarta.
    Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Turut hadir Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono serta sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya.

    Pada kesempatan ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin hadir bersama tiga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni Ima Mahdiah, Rany Mauliani, dan Wibi Andrino.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menerima audiensi dari pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: dok. Polda Metro Jaya
    Pertemuan diisi dengan pertukaran pandangan dan informasi mengenai berbagai hal yang menjadi perhatian bersama. Komunikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing institusi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hubungan antarlembaga yang terbuka dan konstruktif penting untuk memahami berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

    “Polda Metro Jaya terbuka untuk terus membangun sinergi dengan DPRD DKI Jakarta. Harapannya, hubungan yang baik ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta turut menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman,” ujar Kombes Budi Hermanto.